What : Cannon made of wood. It is not a weapon, just a symbolic thing to remind us when the King (Sultan) had a war to repel evil (Kuntilanak). That is why the city is named after the evil, Pontianak. You can only play this cannon in Pontianak. Nowhere else in Indonesia.
Opening hours :  Around 7ish or 7:30 pm till done.
How to go there : There are available along the kapuas river near the bridge (Jembatan ke Seberang) in Pontianak. Just go to Jalan Tanjung Pura and go into one of the small alley which is heading to the river. The place where i went to is Jalan Tanjung Pura, Gang Landak.
Location : Along kapuas river at Jalan Tanjung pura or go to connecting bridge to “Seberang” and see the available cannons (meriam). Free to choose the place.
Admission fee : Its free. But better if we give some cash for their effort.

Photos taken by Android Phone:

meriam1

He tried the biggest one

meriam2

First time trying, my uncle also tried the biggest one

And this is me, trying the smallest cannon, with a scream. lol.

Meriam Karbit

Adalah : Meriam yang terbuat dari kayu. Meriam ini sekarang bukan digunakan sebagai senjata, namun sebagai simbol saat raja/sultan mengusir gangguan dari hantu kuntilanak. Di kabari kata kota Pontianak berasal dari kata Kuntilanak. Kamu hanya bisa menemukan meriam karbit seperti ini di Pontianak, tidak ditemukan di daerah lain di Indonesia.
Buka Jam : Sekitar jam 7 atauh 7:30 malam (setelah waktu sholat isha).
Cara pergi : Meriam karbit terletak di sepanjang sungai kapuas, kira kira lebih ke arah dekat jembatan ke Seberang. Kamu bisa pergi  ke Jalan Tanjung Pura dan masuk ke gang gang kecil yang menuju sungai. Tempat yang saya pergi terletak di lokasi meriam dari gang landak jalan tanjung pura.
Lokasi : Disepanjang sungai kapuas, di jalan Tanjung Pura, dekat ke arah jembatan menuju Seberang. Bebas memilih lokasi.
Harga masuk : Gratis. Ada baiknya kita memberi sedikit uang untuk usaha mereka.

 

The end